Pengertian safari
Safari adalah browser web yang
dikembangkan oleh Apple Inc dan disertakan dengan Mac OS X dan sistem operasi
IOS. Pertama kali dirilis sebagai beta publik pada tanggal 7 Januari 2003 pada
perusahaan sistem operasi Mac OS X, ini menjadi standar awal browser Apple
dengan Mac OS X v10.3 "Panther". Safari adalah browser asli juga
untuk IOS. Sebuah versi dari Safari untuk sistem operasi Microsoft Windows,
pertama kali dirilis pada tanggal 11 Juni 2007, mendukung Windows XP, Windows
Vista, dan Windows 7. Rilis stabil terbaru dari browser 5.1.1, yang tersedia
sebagai free download Mac OS X dan Microsoft Windows. Menurut Net Applications,
Safari menyumbang 62,17 persen dari lalu lintas web browsing mobile dan 5,43
persen lalu lintas desktop di Oktober 2011, memberikan pangsa pasar gabungan
8,72 persen. Safari adalah yang paling populer keempat web browser, di belakang
Internet Explorer ( 49,59 persen), Mozilla Firefox (21,20), dan Google Chrome
(16,60).
Menggunakan Google di Safari
Jika Anda menggunakan
browser Safari di iPhone atau iPad, Anda dapat membuat bookmark Google atau
menjadikan Google sebagai mesin telusur default.
Kiat: Anda juga dapat
memperoleh akses mudah ke Google dengan mengunduh Google
app yang
dilengkapi dengan Google Now dan penelusuran suara "Ok Google".
Setel
Google sebagai Bookmark di Safari
Di Safari, Anda tidak
benar-benar memiliki beranda. Cara terbaik untuk masuk ke Google saat membuka
Safari adalah menyetelnya sebagai bookmark.
1. Dalam browser Safari,
kunjungi www.google.com.
2. Sentuh ikon
Bookmark
3. Pada panel yang
muncul, sentuh Add Bookmark
4. Sentuh Save.
Kelebihan dan Kekurangan Safari
-Kelebihan:
*Tampilannya cantik (ciri khas produk Apple)
*Ada fasilitas untuk memperkecil bandwith
*Lebih cepat dari Opera (bukan Turbo)
*Ada fasilitas untuk memperkecil bandwith
*Lebih cepat dari Opera (bukan Turbo)
-Kekurangan:
Sering macet (appCrash) pada versi Windows-nya
* Plug in / Add On sedikit banget daripada Mozzila atau Opera
* Plug in / Add On sedikit banget daripada Mozzila atau Opera
8 Tips dan Trik untuk Browsing dengan Safari pada iPad dan iPhone
1.
Cari di Page
Safari memiliki fitur Find in Page,
meskipun agak tersembunyi.Untuk melakukan pencarian untuk kata-kata di halaman
ini, tekan address bar dan ketik pencarian Anda.Tekan opsi Find bawah Pada
Halaman ini di bagian bawah daftar untuk mencari halaman saat ini.Jika Anda
tidak melihat opsi ini, gulir ke bawah - mungkin dikaburkan oleh keyboard
on-screen.
2.
Swipe to Go Back
dan Meneruskan
Anda dapat kembali
halaman atau maju satu halaman dengan menggesekkan dari kedua sisi layar
Anda.Misalnya, untuk kembali ke halaman sebelumnya, tempatkan jari Anda di sisi
kiri layar dan geser ke arah bagian tengah layar.
3.
Aktifkan Pembaca
Modus
Safari menawarkan modus reader khusus
yang menyederhanakan artikel pada halaman web.Pembaca Modus strip pergi semua
elemen navigasi dan menunjukkan Anda hanya bit penting dari artikel - artikel
teks dan gambar nya.Untuk melihat halaman web saat ini di Pustaka Mode, hanya
tekan ikon di sisi kiri Safari address bar - sepertinya beberapa garis hitam
horisontal.
4.
Simpan Halaman Web
untuk Offline Reading
Fitur built-in Reading List di Safari memungkinkan
Anda untuk menyimpan daftar halaman web yang ingin Anda baca nanti.Ia bekerja
seperti semacam Pocket, Instapaper, dan aplikasi yang serupa.Seperti aplikasi
lainnya, Reading List juga mengunduh salinan offline dari halaman menambahkan
untuk kemudian membaca, sehingga Anda dapat melihat secara offline.
Untuk menambahkan halaman web ke Daftar
Bacaan Anda, tekan tombol Share pada toolbar dan tekan Add to Reading List. Untuk
mengakses Daftar Bacaan Anda, tekan ikon buku pada toolbar dan tekan kacamata.Untuk
menghapus sebuah artikel dari daftar ini, geser ke kiri dan tekan tombol Delete
yang muncul.
5.
Gunakan
Bookmarklets Seperti Ekstensi Browser
Safari untuk iOS
tidak mendukung ekstensi browser, tetapi tidak mendukung
bookmarklet.Bookmarklet adalah potongan-potongan kecil JavaScript yang dapat
disimpan sebagai bookmark.Ketika Anda membuka bookmarklet dari bookmark,
JavaScript akan dieksekusi pada halaman saat ini.Bookmarklet dapat mengambil
tempat dari banyak ekstensi browser.
Sebagai contoh, jika Anda menggunakan
Pocket, Anda biasanya tidak dapat berbagi halaman dari Safari langsung ke
Pocket.Instal Pocket bookmarklet dan Anda dapat membuka bookmark dan tekan
Simpan untuk Pocket untuk menambahkan halaman ini ke antrian Pocket Anda untuk
kemudian membaca.Bookmarklet dapat digunakan dalam banyak, banyak cara lain.
6.
Clear Private Data
dan Perubahan Setting
Pengaturan Safari tidak terekspos di
Safari itu sendiri.Jika Anda ingin menghapus data pribadi browsing, mengubah
mesin pencari default Anda, atau men-tweak pengaturan lainnya, Anda harus
melakukannya dari app Pengaturan sistem.
Untuk mengakses pengaturan Safari,
kembali ke layar awal, tekan ikon Settings, dan pilih kategori Safari di
sidebar.
7.
Data Browser Sync
Dengan iCloud
ICloud integrasi
Safari memungkinkan Anda untuk menyinkronkan sandi yang disimpan, tab yang
terbuka, favorit, dan data browser lainnya dengan akun iCloud Anda.Data ini
akan sinkron bolak-balik dengan browser Safari pada iOS dan Mac OS X, sehingga
bekerja dengan baik jika Anda memiliki hardware Apple.Hanya tekan ikon awan
pada toolbar Safari untuk melihat tab yang terbuka dari perangkat lain.
Apel tidak lagi mendukung Safari untuk
Windows, tetapi mereka memberikan solusi lain bagi pengguna Windows.Instal
iCloud Control Panel Apple dan Anda akan dapat melakukan sinkronisasi bookmark
dengan Mozilla Firefox, Google Chrome, atau Internet Explorer.
8.
Aktifkan Private
Browsing Mode
Safari menawarkan mode private
browsing.Setiap browsing yang Anda lakukan dalam mode private browsing tidak
akan meninggalkan "jejak" - entri history, cookies, dan data
penggunaan sejenis lainnya.Karena tidak menyimpan cookies, juga memastikan Anda
akan log out dari situs web Anda login ke segera setelah Anda meninggalkan
modus private browsing.
Untuk mengaktifkan
modus private browsing, membuka tab baru dengan tombol + pada toolbar dan tekan
tombol Swasta di bagian bawah halaman Favorites.Toolbar Safari dan antarmuka
akan berubah dari putih menjadi hitam dekat, menunjukkan bahwa Anda sedang
browsing pribadi.Untuk keluar dari mode private browsing, membuka tab baru lagi
dan tekan opsi Swasta di bagian bawah halaman.
Jika Anda memiliki
iPad, iPhone, atau iPod Touch yang menggunakan anak-anak Anda, Anda juga dapat
mengaktifkan Pembatasan.Pembatasan berfungsi sebagai kontrol orangtua,
memblokir akses ke situs web yang Anda tidak menyetujui dan memungkinkan Anda
untuk mengunci perangkat Anda dengan cara lain.
Perkembangan Awal Safari
Browser: Dari Safari 1 hingga Safari 3
Hingga tahun 1997, komputer
Apple Macintosh hanya menggunakan aplikasi browser Cyberdog dan Netscape
Navigator. Beberapa lama kemudian muncul browser Internet Explorer untuk Mac OS
8.1 dan seterusnya, yang merupakan bagian dari persetujuan antara Apple dan
Microsoft. Dalam masa tersebut, beberapa versi Internet Explorer untuk Apple
dirilis. Ini terjadi hingga tahun 2003, ketika Safari 1 diluncurkan.
1. Safari 1
Pada awal tahun 2003, Steve
Jobs mengumumkan bahwa Apple telah mengembangkan aplikasi penjelajah
internetnya sendiri yang diberi nama Safari. Tanggal 7 Januari 2003 Safari
versi beta pun dirilis. Selanjutnya beberapa versi beta lainnya dari Safari
mulai bermunculan satu per satu. Perlahan-lahan fungsi Internet Explorer
sebagai aplikasi browser utama Apple tergantikan oleh Safari 1.
2. Safari 2
Pada bulan April 2005, para
pengembang Safari di Apple mendokumentasikan penelitiannya dalam memperbaiki
bugs-bugs tertentu dalam Safari. Ini memungkinkan terciptanya versi Safari baru
yang lebih nyaman digunakan tanpa terganggu bugs. Akhirnya pada 27 April 2005
itulah dikembangkan Safari 2 yang lolos uji pengembangan oleh Web Standards
Project.
Safari 2 pertama kali
muncul pada sistem operasi Mac OS X v.10.4. Meski telah diluncurkan dan lolos
uji pengembangan, Apple terus mengembangkan Safari 2 sehingga muncul beberapa
versi tersendiri dari Safari ini. Di antaranya adalah Safari versi 2.0.2 yang
dirilis pada 31 Oktober 2005 dan Safari 2.0.4 yang dirilis pada 10 Januari
2006.
3. Safari 3
Pada 9 Januari 2007, Steve
Jobs mengumumkan dirilisnya iPhone, yang dilengkapi dengan Safari versi mobile
sebagai aplikasi penjelajah internetnya. Beberapa bulan kemudian Apple
melakukan pengembangan Safari yang bisa digunakan dalam sistem operasi Windows.
Safari ini dinamai Safari 3. Safari 3 tidak hanya bisa digunakan di sistem
operasi Mac OS X v10.5, tetapi juga di Windows XP dan Windows Vista.
Safari 3 dikembangkan
setelah Steve Jobs dan para karyawan Apple melakukan penelitian dan survey
lengkap tentang aplikasi browser yang paling tepat dan nyaman untuk Windows.
Dengan penelitian lengkap tersebut Steve Jobs mampu mengklaim bahwa Safari 3
adalah browser paling cepat bagi Windows.
Ternyata memang demikian
adanya, dibandingkan Internet Explorer 7 dan Mozilla Firefox, Safari 3 mampu
menjelajah internet dengan lebih cepat; meskipun perbedaan kecepatan di antara
ketiga tidak signifikan alias tidak terlalu besar.
Safari 3 yang masih
berbentuk versi beta ini rupanya mengalami beberapa masalah bagi Windows,
terutama terkait masalah bugs. Untuk itu versi-versi perbaikan dan pengembangan
dirilis, mulai dari Safari versi 3.0.1 hingga beberapa versi lainnya. Versi
terakhir dari Safari 3 adalah Safari 3.2.3 yang dirilis pada 12 Mei 2009 silam.
Perkembangan Lanjutan
Safari Browser: Dari Safari 4 hingga Safari 6
Tidak berhenti sampai Safari
versi 3, Safari browser terus dikembangkan hingga versi 6 untuk menjadi
aplikasi penjelajah internet yang sempurna baik untuk Apple maupun Windows;
versi PC maupun mobile. Inilah versi-versi Safari selanjutnya.
1. Safari 4
Pada bulan Juni 2008, tim pengembang
WebKit merilis SquirrelFish, sebuah engine JavaScript baru yang mampu
meningkatkan kecepatan Safari dalam membaca scripts secara maksimal. Safari
yang dilengkapi dengan SquirrelFish ini adalah Safari versi 4, yang dirilis di
bulan yang sama. Engine ini secara signifikan mampu mempercepat kinerja Safari
4.
Beberapa fitur lain juga
mewarnai Safari 4, sehingga versi Safari ini terlihat menarik dan lebih
memudahkan penggunanya. Misalnya fitur Tabs yang terletak di bagian atas layar,
seperti pada penjelajah internet Google Chrome.
Sementara itu desain Safari
4 dibuat mengikuti sistem operasinya, Safari 4 untuk Windows menggunakan tema
desain Windows klasik sedangkan untuk Apple menggunakan desain khusus yang
sesuai. Beberapa versi lanjutan dari Safari 4 pun diluncurkan, seperti Safari
4.0.1 hingga Safari 4.0.4.
2. Safari 5
Apple merilis Safari 5 pada
pertengahan tahun 2012. Safari ini dilengkapi fitur pembacaan artikel online
tanpa gangguan dan performa yang—tentu saja—lebih baik dari Safari versi-versi
selanjutnya. Safari 5 lebih nyaman dan aman digunakan karena memiliki fitur
secure browsing. Dalam perkembangannya, Apple mengembangkan Safari 5.1 untuk
sistem operasi Windows dan Mac; keduanya lengkap dengan performa maksimal
sehingga penjelajahan internet menjadi lebih cepat.
3. Safari 6
Safari 6 awalnya dinamai
Safari 5.2 sebelum Apple memutuskan pergantian namanya. Safari 6 dirilis pada
25 Juli 2012, bertepatan dengan dirilisnya OS X Mountain Lion. Bisa dibilang
Safari 6 merupakan browser eksklusif untuk Mountain Lion. Pasalnya, tidak
seperti versi-versi sebelumnya, versi Safari 6 hanya ditanam di OS X Mountain
Lion dan tak bisa diunduh secara bebas di situs resmi Apple ataupun sumber
lain. Selain itu Safari 6 juga tidak merilis versi khusus untuk OS X maupun
Windows.
Popularitas dan Kritik
terhadap Safari Browser
Meski cukup nyaman
digunakan, rupanya Safari Browser masih kalah populer dibandingkan Google
Chrome, Internet Explorer, dan Mozilla Firefox. Sebuah data di Wikipedia
(September 2012) menunjukkan bahwa peringkat pertama browser yang paling banyak
digunakan ditempati oleh Google Chrome (29,03%), diikuti oleh Internet Explorer
(22,54%), dan Mozilla Firefox (19,26%). Safari menduduki peringkat keempat
dengan persentase 15,59. Sebagian kecil pengguna internet lainnya menggunakan
Android (4,59%) dan Opera (4,53%).
Untuk meningkatkan
popularitasnya, suatu strategi promosi kontroversial sempat digunakan oleh
Apple. Dahulu, pembaruan otomatis software Apple (Apple Software Update)
mencakup pembaruan (atau penginstalan) browser Safari meskipun komputer terkait
tidak menggunakan Safari sebelumnya. Praktik promosi yang terkesan memaksakan
penggunaan Safari ini sempat dikritik oleh pihak Mozilla karena dianggap tidak
etis. Akhirnya praktik ini dihentikan.
Safari pun sempat diketahui
bermasalah dalam menghalangi URL-URL yang diduga mengandung malware. Data tahun
2011 menyatakan bahwa Safari hanya mampu mem-blocking 13% URL ber-malware, sama
halnya dengan Google Chrome dan Mozilla Firefox. Sementara itu Internet Explorer
9 rupanya mampu memberikan keamanan ekstra bagi penggunanya dengan kemampuan
mem-blocking 92% situs ber-malware.
Terkait izin penginstalan
pada software license agreement, Safari untuk Windows sempat bermasalah.
Pasalnya, license-nya menyatakan bahwa proses instalasi hanya bisa dilakukan
pada komputer berlabel Apple.
Hal tersebut tentu tak
mungkin bagi sebagian besar PC dengan sistem operasi Windows; kecuali bagi
komputer Mac yang diisi sistem operasi Windows. Namun setelah beberapa kali
perbaikan akhirnya software license agreement ini tak lagi bermasalah bagi para
pengguna Safari untuk Windows.
Demikianlah informasi
seputar aplikasi penjelajah internet buatan Apple, Safari browser. Semoga
pengetahuan tentang sejarah, perkembangan, popularitas, dan kritik terhadap
penjelajah internet Safari ini mampu memperluas wawasan Anda dalam perkembangan
dunia teknologi, informasi, dan komunikasi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar