Rabu, 11 Maret 2015

SAFARI





Pengertian safari

          Safari adalah browser web yang dikembangkan oleh Apple Inc dan disertakan dengan Mac OS X dan sistem operasi IOS. Pertama kali dirilis sebagai beta publik pada tanggal 7 Januari 2003 pada perusahaan sistem operasi Mac OS X, ini menjadi standar awal browser Apple dengan Mac OS X v10.3 "Panther". Safari adalah browser asli juga untuk IOS. Sebuah versi dari Safari untuk sistem operasi Microsoft Windows, pertama kali dirilis pada tanggal 11 Juni 2007, mendukung Windows XP, Windows Vista, dan Windows 7. Rilis stabil terbaru dari browser 5.1.1, yang tersedia sebagai free download Mac OS X dan Microsoft Windows. Menurut Net Applications, Safari menyumbang 62,17 persen dari lalu lintas web browsing mobile dan 5,43 persen lalu lintas desktop di Oktober 2011, memberikan pangsa pasar gabungan 8,72 persen. Safari adalah yang paling populer keempat web browser, di belakang Internet Explorer ( 49,59 persen), Mozilla Firefox (21,20), dan Google Chrome (16,60).

Menggunakan Google di Safari
Jika Anda menggunakan browser Safari di iPhone atau iPad, Anda dapat membuat bookmark Google atau menjadikan Google sebagai mesin telusur default.
Kiat: Anda juga dapat memperoleh akses mudah ke Google dengan mengunduh Google app yang dilengkapi dengan Google Now dan penelusuran suara "Ok Google".
Setel Google sebagai Bookmark di Safari
Di Safari, Anda tidak benar-benar memiliki beranda. Cara terbaik untuk masuk ke Google saat membuka Safari adalah menyetelnya sebagai bookmark.
1.      Dalam browser Safari, kunjungi www.google.com.
2.      Sentuh ikon Bookmark 
3.      Pada panel yang muncul, sentuh Add Bookmark
4.      Sentuh Save.

Kelebihan dan Kekurangan Safari
 -Kelebihan:
*Tampilannya cantik (ciri khas produk Apple)
*Ada fasilitas untuk memperkecil bandwith
*Lebih cepat dari Opera (bukan Turbo)
-Kekurangan:
Sering macet (appCrash) pada versi Windows-nya
* Plug in / Add On sedikit banget daripada Mozzila atau Opera







8 Tips dan Trik untuk Browsing dengan Safari pada iPad dan iPhone


1.     Cari di Page
Safari memiliki fitur Find in Page, meskipun agak tersembunyi.Untuk melakukan pencarian untuk kata-kata di halaman ini, tekan address bar dan ketik pencarian Anda.Tekan opsi Find bawah Pada Halaman ini di bagian bawah daftar untuk mencari halaman saat ini.Jika Anda tidak melihat opsi ini, gulir ke bawah - mungkin dikaburkan oleh keyboard on-screen.
2.     Swipe to Go Back dan Meneruskan
Anda dapat kembali halaman atau maju satu halaman dengan menggesekkan dari kedua sisi layar Anda.Misalnya, untuk kembali ke halaman sebelumnya, tempatkan jari Anda di sisi kiri layar dan geser ke arah bagian tengah layar.
3.     Aktifkan Pembaca Modus
Safari menawarkan modus reader khusus yang menyederhanakan artikel pada halaman web.Pembaca Modus strip pergi semua elemen navigasi dan menunjukkan Anda hanya bit penting dari artikel - artikel teks dan gambar nya.Untuk melihat halaman web saat ini di Pustaka Mode, hanya tekan ikon di sisi kiri Safari address bar - sepertinya beberapa garis hitam horisontal.
4.     Simpan Halaman Web untuk Offline Reading
Fitur built-in Reading List di Safari memungkinkan Anda untuk menyimpan daftar halaman web yang ingin Anda baca nanti.Ia bekerja seperti semacam Pocket, Instapaper, dan aplikasi yang serupa.Seperti aplikasi lainnya, Reading List juga mengunduh salinan offline dari halaman menambahkan untuk kemudian membaca, sehingga Anda dapat melihat secara offline.
Untuk menambahkan halaman web ke Daftar Bacaan Anda, tekan tombol Share pada toolbar dan tekan Add to Reading List. Untuk mengakses Daftar Bacaan Anda, tekan ikon buku pada toolbar dan tekan kacamata.Untuk menghapus sebuah artikel dari daftar ini, geser ke kiri dan tekan tombol Delete yang muncul.
5.     Gunakan Bookmarklets Seperti Ekstensi Browser
Safari untuk iOS tidak mendukung ekstensi browser, tetapi tidak mendukung bookmarklet.Bookmarklet adalah potongan-potongan kecil JavaScript yang dapat disimpan sebagai bookmark.Ketika Anda membuka bookmarklet dari bookmark, JavaScript akan dieksekusi pada halaman saat ini.Bookmarklet dapat mengambil tempat dari banyak ekstensi browser.
Sebagai contoh, jika Anda menggunakan Pocket, Anda biasanya tidak dapat berbagi halaman dari Safari langsung ke Pocket.Instal Pocket bookmarklet dan Anda dapat membuka bookmark dan tekan Simpan untuk Pocket untuk menambahkan halaman ini ke antrian Pocket Anda untuk kemudian membaca.Bookmarklet dapat digunakan dalam banyak, banyak cara lain.
6.     Clear Private Data dan Perubahan Setting
Pengaturan Safari tidak terekspos di Safari itu sendiri.Jika Anda ingin menghapus data pribadi browsing, mengubah mesin pencari default Anda, atau men-tweak pengaturan lainnya, Anda harus melakukannya dari app Pengaturan sistem.
Untuk mengakses pengaturan Safari, kembali ke layar awal, tekan ikon Settings, dan pilih kategori Safari di sidebar.
7.     Data Browser Sync Dengan iCloud
ICloud integrasi Safari memungkinkan Anda untuk menyinkronkan sandi yang disimpan, tab yang terbuka, favorit, dan data browser lainnya dengan akun iCloud Anda.Data ini akan sinkron bolak-balik dengan browser Safari pada iOS dan Mac OS X, sehingga bekerja dengan baik jika Anda memiliki hardware Apple.Hanya tekan ikon awan pada toolbar Safari untuk melihat tab yang terbuka dari perangkat lain.
Apel tidak lagi mendukung Safari untuk Windows, tetapi mereka memberikan solusi lain bagi pengguna Windows.Instal iCloud Control Panel Apple dan Anda akan dapat melakukan sinkronisasi bookmark dengan Mozilla Firefox, Google Chrome, atau Internet Explorer.

8.     Aktifkan Private Browsing Mode
Safari menawarkan mode private browsing.Setiap browsing yang Anda lakukan dalam mode private browsing tidak akan meninggalkan "jejak" - entri history, cookies, dan data penggunaan sejenis lainnya.Karena tidak menyimpan cookies, juga memastikan Anda akan log out dari situs web Anda login ke segera setelah Anda meninggalkan modus private browsing.
Untuk mengaktifkan modus private browsing, membuka tab baru dengan tombol + pada toolbar dan tekan tombol Swasta di bagian bawah halaman Favorites.Toolbar Safari dan antarmuka akan berubah dari putih menjadi hitam dekat, menunjukkan bahwa Anda sedang browsing pribadi.Untuk keluar dari mode private browsing, membuka tab baru lagi dan tekan opsi Swasta di bagian bawah halaman.
Jika Anda memiliki iPad, iPhone, atau iPod Touch yang menggunakan anak-anak Anda, Anda juga dapat mengaktifkan Pembatasan.Pembatasan berfungsi sebagai kontrol orangtua, memblokir akses ke situs web yang Anda tidak menyetujui dan memungkinkan Anda untuk mengunci perangkat Anda dengan cara lain.
Perkembangan Awal Safari Browser: Dari Safari 1 hingga Safari 3

Hingga tahun 1997, komputer Apple Macintosh hanya menggunakan aplikasi browser Cyberdog dan Netscape Navigator. Beberapa lama kemudian muncul browser Internet Explorer untuk Mac OS 8.1 dan seterusnya, yang merupakan bagian dari persetujuan antara Apple dan Microsoft. Dalam masa tersebut, beberapa versi Internet Explorer untuk Apple dirilis. Ini terjadi hingga tahun 2003, ketika Safari 1 diluncurkan.

1. Safari 1
Pada awal tahun 2003, Steve Jobs mengumumkan bahwa Apple telah mengembangkan aplikasi penjelajah internetnya sendiri yang diberi nama Safari. Tanggal 7 Januari 2003 Safari versi beta pun dirilis. Selanjutnya beberapa versi beta lainnya dari Safari mulai bermunculan satu per satu. Perlahan-lahan fungsi Internet Explorer sebagai aplikasi browser utama Apple tergantikan oleh Safari 1.

2. Safari 2
Pada bulan April 2005, para pengembang Safari di Apple mendokumentasikan penelitiannya dalam memperbaiki bugs-bugs tertentu dalam Safari. Ini memungkinkan terciptanya versi Safari baru yang lebih nyaman digunakan tanpa terganggu bugs. Akhirnya pada 27 April 2005 itulah dikembangkan Safari 2 yang lolos uji pengembangan oleh Web Standards Project.
Safari 2 pertama kali muncul pada sistem operasi Mac OS X v.10.4. Meski telah diluncurkan dan lolos uji pengembangan, Apple terus mengembangkan Safari 2 sehingga muncul beberapa versi tersendiri dari Safari ini. Di antaranya adalah Safari versi 2.0.2 yang dirilis pada 31 Oktober 2005 dan Safari 2.0.4 yang dirilis pada 10 Januari 2006.

3. Safari 3
Pada 9 Januari 2007, Steve Jobs mengumumkan dirilisnya iPhone, yang dilengkapi dengan Safari versi mobile sebagai aplikasi penjelajah internetnya. Beberapa bulan kemudian Apple melakukan pengembangan Safari yang bisa digunakan dalam sistem operasi Windows. Safari ini dinamai Safari 3. Safari 3 tidak hanya bisa digunakan di sistem operasi Mac OS X v10.5, tetapi juga di Windows XP dan Windows Vista.
Safari 3 dikembangkan setelah Steve Jobs dan para karyawan Apple melakukan penelitian dan survey lengkap tentang aplikasi browser yang paling tepat dan nyaman untuk Windows. Dengan penelitian lengkap tersebut Steve Jobs mampu mengklaim bahwa Safari 3 adalah browser paling cepat bagi Windows.
Ternyata memang demikian adanya, dibandingkan Internet Explorer 7 dan Mozilla Firefox, Safari 3 mampu menjelajah internet dengan lebih cepat; meskipun perbedaan kecepatan di antara ketiga tidak signifikan alias tidak terlalu besar.
Safari 3 yang masih berbentuk versi beta ini rupanya mengalami beberapa masalah bagi Windows, terutama terkait masalah bugs. Untuk itu versi-versi perbaikan dan pengembangan dirilis, mulai dari Safari versi 3.0.1 hingga beberapa versi lainnya. Versi terakhir dari Safari 3 adalah Safari 3.2.3 yang dirilis pada 12 Mei 2009 silam.


Perkembangan Lanjutan Safari Browser: Dari Safari 4 hingga Safari 6
Tidak berhenti sampai Safari versi 3, Safari browser terus dikembangkan hingga versi 6 untuk menjadi aplikasi penjelajah internet yang sempurna baik untuk Apple maupun Windows; versi PC maupun mobile. Inilah versi-versi Safari selanjutnya.

1. Safari 4
Pada bulan Juni 2008, tim pengembang WebKit merilis SquirrelFish, sebuah engine JavaScript baru yang mampu meningkatkan kecepatan Safari dalam membaca scripts secara maksimal. Safari yang dilengkapi dengan SquirrelFish ini adalah Safari versi 4, yang dirilis di bulan yang sama. Engine ini secara signifikan mampu mempercepat kinerja Safari 4.
Beberapa fitur lain juga mewarnai Safari 4, sehingga versi Safari ini terlihat menarik dan lebih memudahkan penggunanya. Misalnya fitur Tabs yang terletak di bagian atas layar, seperti pada penjelajah internet Google Chrome.
Sementara itu desain Safari 4 dibuat mengikuti sistem operasinya, Safari 4 untuk Windows menggunakan tema desain Windows klasik sedangkan untuk Apple menggunakan desain khusus yang sesuai. Beberapa versi lanjutan dari Safari 4 pun diluncurkan, seperti Safari 4.0.1 hingga Safari 4.0.4.

2. Safari 5
Apple merilis Safari 5 pada pertengahan tahun 2012. Safari ini dilengkapi fitur pembacaan artikel online tanpa gangguan dan performa yang—tentu saja—lebih baik dari Safari versi-versi selanjutnya. Safari 5 lebih nyaman dan aman digunakan karena memiliki fitur secure browsing. Dalam perkembangannya, Apple mengembangkan Safari 5.1 untuk sistem operasi Windows dan Mac; keduanya lengkap dengan performa maksimal sehingga penjelajahan internet menjadi lebih cepat.

3. Safari 6
Safari 6 awalnya dinamai Safari 5.2 sebelum Apple memutuskan pergantian namanya. Safari 6 dirilis pada 25 Juli 2012, bertepatan dengan dirilisnya OS X Mountain Lion. Bisa dibilang Safari 6 merupakan browser eksklusif untuk Mountain Lion. Pasalnya, tidak seperti versi-versi sebelumnya, versi Safari 6 hanya ditanam di OS X Mountain Lion dan tak bisa diunduh secara bebas di situs resmi Apple ataupun sumber lain. Selain itu Safari 6 juga tidak merilis versi khusus untuk OS X maupun Windows.

Popularitas dan Kritik terhadap Safari Browser
Meski cukup nyaman digunakan, rupanya Safari Browser masih kalah populer dibandingkan Google Chrome, Internet Explorer, dan Mozilla Firefox. Sebuah data di Wikipedia (September 2012) menunjukkan bahwa peringkat pertama browser yang paling banyak digunakan ditempati oleh Google Chrome (29,03%), diikuti oleh Internet Explorer (22,54%), dan Mozilla Firefox (19,26%). Safari menduduki peringkat keempat dengan persentase 15,59. Sebagian kecil pengguna internet lainnya menggunakan Android (4,59%) dan Opera (4,53%).
Untuk meningkatkan popularitasnya, suatu strategi promosi kontroversial sempat digunakan oleh Apple. Dahulu, pembaruan otomatis software Apple (Apple Software Update) mencakup pembaruan (atau penginstalan) browser Safari meskipun komputer terkait tidak menggunakan Safari sebelumnya. Praktik promosi yang terkesan memaksakan penggunaan Safari ini sempat dikritik oleh pihak Mozilla karena dianggap tidak etis. Akhirnya praktik ini dihentikan.
Safari pun sempat diketahui bermasalah dalam menghalangi URL-URL yang diduga mengandung malware. Data tahun 2011 menyatakan bahwa Safari hanya mampu mem-blocking 13% URL ber-malware, sama halnya dengan Google Chrome dan Mozilla Firefox. Sementara itu Internet Explorer 9 rupanya mampu memberikan keamanan ekstra bagi penggunanya dengan kemampuan mem-blocking 92% situs ber-malware.
Terkait izin penginstalan pada software license agreement, Safari untuk Windows sempat bermasalah. Pasalnya, license-nya menyatakan bahwa proses instalasi hanya bisa dilakukan pada komputer berlabel Apple.
Hal tersebut tentu tak mungkin bagi sebagian besar PC dengan sistem operasi Windows; kecuali bagi komputer Mac yang diisi sistem operasi Windows. Namun setelah beberapa kali perbaikan akhirnya software license agreement ini tak lagi bermasalah bagi para pengguna Safari untuk Windows.


Demikianlah informasi seputar aplikasi penjelajah internet buatan Apple, Safari browser. Semoga pengetahuan tentang sejarah, perkembangan, popularitas, dan kritik terhadap penjelajah internet Safari ini mampu memperluas wawasan Anda dalam perkembangan dunia teknologi, informasi, dan komunikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar